07 May 2012

Hari Bumi di Kebun Gridea

Lestari alamku lestari desaku 
Dimana Tuhanku menitipkan aku 
Nyanyi bocah-bocah di kala purnama 
Nyanyikan pujaan untuk nusa 

Damai saudaraku suburlah bumiku 
Kuingat ibuku dongengkan cerita 
Kisah tentang jaya nusantara lama 
Tentram kartaraharja disana 

Mengapa tanahku rawan kini 
Bukit-bukitpun telanjang berdiri 
Pohon dan rumput2 enggan bersemi kembali 
Dan burung-burungpun malu bernyanyi 

Kuingin bukitku hijau kembali 
Termenungpun tak sabar menanti 
Doa kan kuucapkan hari demi hari 
Sampai kapankah hati lapang ini

Lagu 'Berita Cuaca' nya alm. Gombloh itu dinyanyikan oleh special guest star sahabat Gridea Rendy 'Arai' Ahmad, pemeran Arai remaja di film Sang Pemimpi di event Hari Bumi Kebun Gridea Minggu, 22 April 2012 diiringi ajakan kak Rendy kepada teman2 pramuka Saka Wanabakti, warga Griya Depok Asri, anak2 dan komunitas Depok Berkebun untuk bersama-sama melestarikan bumi kita, menjaganya tetap bersih, bebas polusi dan nyaman untuk dihuni.

Tanggal 22 April diperingati sebagai Earth Day, atau Hari Bumi Internasional.
Kebun Gridea menggunakan momen ini untuk mengaktivasi salah satu lahan terbengkalai di wilayah blok E untuk ruang publik dengan kegiatan belajar berkebun untuk anak-anak bekerjasama dengan teman-teman dari komunitas Saka Wanabakti.

Hari Minggu itu..
Kakak-kakak dari komunitas Saka Wanabakti Depok yang akan memandu adik2nya sudah siap sejak pagi. Ada sekitar 30 remaja berusia belasan tahun yang tergabung dalam komunitas ini yang sudah dan sedang mengikuti pelatihan ilmu kehutanan dan lingkungan hidup ikut berpartisipasi mulai dari penyiapan lahan, menyediakan bibit dan pupuk, sampai mendampingi adik2 nya yang berusia 6-11 tahun belajar menanam bibit bayam dan kangkung.

Acara dibuka dengan sambutan oleh pak Sigit, ketua RW24 Griya Depok Asri dilanjutkan dengan penanaman pohon kelengkeng sumbangan pak Sigit dibantu teman2 dari Saka Wanabakti Depok yang diiringi lagu Indonesia Pusaka.

Dilanjutkan dengan penampilan kak Rendy 'Arai' Ahmad yang menyempatkan hadir merayakan Hari Bumi di Kebun Gridea, di tengah2 kesibukan "Tur Jakarta Hijau" nya bersama teman2 Simponi ( Sindikat Musik Penghuni Bumi ) ke puluhan SMA di Jakarta dengan kegiatan nonton bareng film 'Sang Pemimpi' dan diskusi Go Green.

Aktor remaja yang rendah hati asli Belitong ini ternyata juga seorang yang peduli lingkungan. Rendy hijrah dari Belitong ke Depok sejak awal 2011 mengejar mimpinya untuk menjadi aktor dan penyanyi. Sekarang bergabung dengan Simponi - kelompok musik anak muda - yang aktif memberikan penyuluhan lingkungan hidup dan masalah sosial lewat musik. Semangat…terus berjuang, kawan2 !

Rendy menyumbangkan lagu 'Berita Cuaca' - Gombloh dan 'Laskar Pelangi' - Niji dengan sangat interaktif mengajak semua peserta ikut menyanyi...wah seru banget deh, semuanya jadi ikut goyang, termasuk ibu RW..:D


Sesudah Rendy, ada Bimo yang membacakan puisi tentang keprihatinannya pada bumi yang ditulisnya sendiri dan mbak Qorihani yang membacakan puisi karya Dee Lestari.

Daaan...saatnya menanam !!
Jreeeng...diiringi lagu oleh kak Udi...Lihat kebunkuu, penuh dengan sampaah...hiks..
Ayo kawan kita bersama, menanam bayam di kebun kitaa...

Sebelumnya anak2 sudah dikumpulkan, diajak bermain dan dilatih yel2 oleh kak Adit, supaya semangat...
Ayo menanaaaammmm.... 
Menanam...sehaat ! 
Menanam...cerdas ! 
Menanam...bahagiaaaa...! Yeaaayyy !!

Ada 3 manfaat berkebun menurut Kebun Gridea :
Berkebun itu menyehatkan karena mau ngga mau kita harus olahraga, tanahnya harus dicangkul dan dipupuk dulu sebelum ditanam, trus hasilnya juga menyehatkan karena yang ditanam pasti organik, bebas pestisida. 
Berkebun juga mencerdaskan karena mau ngga mau kita harus belajar dan punya ilmu menanam. Kita juga berlatih manajemen, karena kita harus merencanakan apa yang bisa ditanam, mau ditanam di mana, bagaimana cara menanam dan merawatnya, kapan bisa dipanen dst. 
Berkebun membahagiakan, karena bermain dengan alam, mengenal ciptaanNya akan semakin mendekatkan kita pada Allah SWT yang akan membuat kita merasa bahagia
Sementara anak2 sibuk menanam dibantu kakak2 Saka Wanabakti, kakak2 yang remaja nyanyi spontanitas bareng kak Rendy menghidupkan suasana dengan life music dadakan...^^

Serunya menanam rame-rame
Ada juga kakak2 Saka Wanabakti yang menerima tantangan untuk belajar wirausaha dengan mengasah kemampuan berjualan fresh juice, kacang dan jagung rebus.

Jagung rebus dan kacang rebusss
Ada abang tukang Sotoji ( Soto Jamur Instan ), produk baru yang juga sibuk memasak dan membagikan sampel sotonya dibantu ibu-ibu komplek ikut meramaikan kegiatan tanam perdana di Kebun Gridea.

Komunitas Depok Berkebun
Keluarga Saka Wanabakti & Rendy Ahmad

Alhamdulillah...satu hari yang menyenangkan...
Teruslah berjuang untuk kelestarian bumi kita, kawan, karena hanya ada 1 bumi !


Selamat Hari Bumi ! 
22 April 2012

20 April 2012

Kebun Gridea, kebun yang berkelanjutan


Griya Depok Asri adalah salah satu perumahan kategori 'real estate' di wilayah Depok 2 yang usianya sudah lebih dari 20 tahun, dan pengelolaan lingkungan nya dilakukan swadaya warga karena sudah lama ditinggal pengembangnya.

Masalah lingkungannya komplit di sini, banjir yang makin tahun semakin parah di beberapa tempat mengakibatkan jalan boulevard semakin rusak, tempat pembuangan sampah sementara di tengah perumahan yang sering tumpah berceceran karena menjadi tempat buang sampah warga sekitar perumahan GDA juga menyebabkan 'real estate' ini terlihat menjadi semakin kumuh.

Salah satu lahan kumuh ini ada di wilayah RT saya. Fasilitas umum dengan luas sekitar 400m2 yang seharusnya menjadi sebuah ruang publik, sudah bertahun-tahun beralih fungsi menjadi tempat pembuangan dan pembakaran sampah di antara tumbuhnya pepohonan yang tidak terawat. Dan mungkin karena ini perumahan kelas menengah, sampahnya juga keren2, ada sofa dan kasur juga yang dibuang di sana...:((

Tahun 2011, upaya penyelamatan lahan akhirnya dilakukan atas inisiatif ketua RT yg kebetulan adalah suami saya. Dengan memohon ijin dan dukungan ketua RW, lahan dibuka dan dibersihkan. Kondisinya sudah rusak parah. Sampah plastik, kaca dan puing yang sudah tertimbun bertahun-tahun menyebabkan lahan harus berulangkali dibongkar.

setelah 3x dibersihkan

Langkah selanjutnya adalah mencari ide akan dimanfaatkan menjadi apa lahan tsb, supaya tidak kembali menjadi terbengkalai.

Adalah seorang Ridwan Kamil dengan gerakan Indonesia Berkebun nya yang sangat menginspirasi kami dengan ide-idenya yang kreatif. Kreatifitas menciptakan lahan2 tidak terpakai di perkotaan menjadi ruang publik dengan kegiatan yang mendidik dengan cara yang menyenangkan menjadi sesuatu yang menarik untuk diterapkan di sini.

Kebun+ milik Bandung Berkebun, dan kegiatannya sangat menginspirasi kami untuk membuat project kebun sejenis. Dan kebetulan juga komunitas Saka Wanabakti yang berada di bawah pembinaan Departemen Kehutanan ( Badan Lingkungan Hidup kalau di kota Depok ) membutuhkan sarana untuk latihan para anggotanya menjadi ahli kehutanan dan lingkungan hidup.

adik2 Saka Wanabakti

Kebun Gridea akhirnya didisain bersama2 Komunitas Warga Peduli Lingkungan RW24 dan Komunitas Saka Wanabakti menjadi kebun yang mempunyai konsep berkelanjutan. Harapannya, kebun ini akan menjadi pusat informasi dan areal uji coba semua yang berkaitan dengan pemecahan permasalahan lingkungan perkotaan.

disain Kebun Gridea

pak Apit, pengurus RW, disainer Kebun  
Masalah yang ditemui di lahan seperti ini adalah bagaimana cara menghilangkan sampah plastik, kaca, dan puing yang sangat banyak. Dan pak Apit mempunyai ide kreatif untuk mengumpulkannya menjadi jalan setapak. Ide yang keren !

sampah dipadatkan menjadi jalan setapak

Alhamdulillah, sedikit demi sedikit, lahan bisa disiapkan untuk diaktivasi pada momen Hari Bumi tanggal 22 April 2012 dengan kegiatan menanam sayur oleh pekebun cilik.

Mohon doanya ya, semoga apa yang diupayakan menjadi kegiatan yang berkah. Kepedulian pada lingkungan adalah nilai penting yang harus ditanamkan sejak dini pada anak-anak kita.

"My city is my responsibility" ~ Ridwan Kamil
Tidak perlu menunggu pemerintah, mulailah dari hal kecil yang bisa kita lakukan untuk kota kita tercinta..

26 February 2012

Blog itu apa sih ?

*gubrak* sempat kaget juga sih hari gini ternyata masih ada pertanyaan seperti di atas. Pertanyaan itu datang dari teman2 saya sesama guru musik ketika ada yang memberi selamat pada saya karena salah satu tulisan saya mendapat apresiasi di Lomba Blog Depok

Saya jadi maklum dengan pernyataan "ibu rumah tangga ngeblog itu kan langka" dari seorang wartawan yang mewawancara saya waktu itu. Meskipun sebenarnya pernyataan itu ngga sepenuhnya benar kalau melihat jumlah ibu rumah tangga yang berpartisipasi dalam Lomba Blog Depok.

Apalagi waktu saya berkunjung ke blog Ibu Maya, Ibu Tami, dan Ibu Ratna para mommies blogger finalis 10 besar yang bersahabat dan tulisan2nya sangat inspiratif. Wah, saya harus berterimakasih pada panitya lomba blog Depok yang sudah memberi ruang bagi mommies blogger sehingga menambah jumlah kenalan mommies blogger Depok yang menginspirasi banyak hal pada saya.

Kembali ke pertanyaan di awal.
Saya jadi ingat pernah melontarkan pertanyaan yang sama pada teman-teman online saya hampir 6 tahun yang lalu. Dan saya mendapat jawaban bahwa intinya blog itu adalah jurnal. Jadi yang kemudian terbayang adalah waktu jaman penggalang dulu jadi ketua regu, saya terbiasa menulis dan mengajak anggota regu saya untuk mengisi logbook yang isinya catatan kegiatan pramuka kami ( baca ceritanya di weBlog dan LogBook ) .

Kebetulan saya memang sedang mencari format yang cocok untuk membuat biografi ayah saya. Akhirnya saya memutuskan menggunakan format blog untuk dokumentasi biografi online untuk ayah saya Prof.Ir.Hasan Poerbo (alm), yang kemudian di Wiki kan oleh kakak sulung saya di sini

Tahun 2006 itu, waktu saya mulai ngeblog, rasanya blogging lagi ngetrend, semua teman online perempuan saya rata-rata punya blog. Padahal menurut saya, jaman itu ngeblog mah susah. Udahlah bikin kepala saya jadi ngebul karena harus melototin komputer selama berjam-jam untuk membaca HTML nya kalau pengen ganti theme, juga bikin kantong bolong karena akses internet nya masih dihitung waktu.

Beda banget dengan sekarang yang udah jauuh lebih mudah, tinggal 'drag and drop' aja, dengan akses internet unlimited yang cukup bisa dijangkau kantong, atau cari wifi gratisan di cafe2, jadi sebenernya memang ngga ada alasan lagi untuk malas ngeblog ;)

Sesudah 3 taun mengalami pasang surut blogging - ditambah setaun hiatus - , merasa perlu berkomunitas sebagai blogger dan sempat melontarkan pertanyaan di posting blognya Andi Cempluk tentang komunitas blogger di Depok, baru setahun belakangan ini saya berani menyatakan diri saya adalah seorang blogger sesudah bergabung dengan Komunitas Blogger Depok ( deBlogger ) ...hehehe..karena temen2 deBlogger lah saya akhirnya termotivasi untuk terus berkarya dan menulis..

dengan deBlogger di Pesta Blogger 2010

ditambah lagi sekarang ada komunitas baru Emak2 Blogger ( KEB ) yang merupakan kumpulan blogger perempuan Indonesia, yang mudah2an bisa ikut memberi kontribusi positif bagi pembangunan bangsa melalui karya2 tulisannya, karena saya percaya bahwa perempuan itu punya andil yang besar bagi pembangunan bangsa karena merekalah sebenarnya pembina utama bagi putra putrinya yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa ini...#uhuk

Aktivitas nge - blog

Posting :
konten blog saya agak bergeser dari awal saya mulai ngeblog. Sebagai ibu sekaligus guru piano, dulu saya lebih sering berbagi tentang kegiatan anak-anak saya, dan juga menuangkan apa yang ada di kepala saya tentang per-piano-an. Tapi karena sekarang mereka -anak-anak saya- sudah bisa menuliskan kegiatannya di blognya sendiri -salah satunya di sini- saya jadi lebih banyak berbagi tentang keprihatinan saya pada lingkungan hidup, selain kegiatan saya mengembangkan Pramuka Griya Depok Asri.

"Menuliskan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain ternyata membuktikan bahwa meskipun blog ini sempat mati suri dan lumutan karena ngga pernah ditengok apalagi diupdate, beberapa posting menarik yang pernah saya posting bertahun-tahun lalu masih saja dikunjungi sampai hari ini"

Blogwalking :
dulu di awal2 ngeblog, yang namanya blogwalking atau jalan-jalan saling mengunjungi blog teman, mengomentari posting, atau meninggalkan jejak di shoutbox sekedar menyapa "hai, selamat pagi, apa kabar ?" atau "hai, salam kenal, tukeran link yuk" menjadi kegiatan wajib sebagai blogger. Tapi sekarang saya menghilangkan shoutbox itu karena lebih banyak spammer nya daripada tamu aslinya..

Ngutakatik template :
Dulu ini salah satu kegiatan yang menyita waktu. Tapi sekarang udah lumayan ngga terlalu ribet buat saya -yang masih juga gaptek- karena tinggal copasmengopas aja.

Itu dia. Dengan aktivitas ngeblog ini saya mendapat banyak banget manfaat. Karena sifat blog yang interaktif, saya dapat memperluas network, berdiskusi, juga sering menerima masukan dari pengunjung blog yang memperkaya wawasan saya.

Dapat dikatakan, semua kegiatan offline saya bisa berkembang karena kegiatan online saya, salah satunya adalah dari aktivitas nge-blog selain join social network yang lain.

Tapi memang "kalau ngga ada kegiatan ngga ada yang ditulis, banyak kegiatan ngga sempat nulis" #curhatblog saya di twitter beberapa waktu lalu menjadi alasan kenapa saya ngga bisa sering update dan menulis posting baru, juga ngga sempat blogwalking dan menyapa teman2.
Maaf yaa...Kalau sudah begini apa masih sah menyebut diri ini blogger ? hik...

Sharing dong, bagaimana dengan aktivitas nge-blog kalian ?


* Tulisan ini didaurulang untuk diikutsertakan dalam Kontes “Ngeblog di Mata Perempuan” yang diselenggarakan oleh EmakBlogger

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...