Dengan bergaun panjang motif bunga, bando dan rambut berponi, gadis cilik berusia 8 tahun itu tampil dalam resital piano pertamanya, berduet dengan ibundanya.
Masih terekam kenangan manis puluhan tahun lalu itu...
Mulai belajar piano di usia 8 tahun, kelas 3 SD. Waktu itu orangtua saya mengirim saya belajar piano karena saya suka membuat lagu sendiri. Ibu Wibanu, guru piano saya yang keturunan Belanda memberi kursus piano dasar di rumahnya yang letaknya tidak jauh dari rumah saya. Setiap beberapa waktu, kami murid-muridnya diberi kesempatan untuk tampil di resital piano yang diadakan beliau bekerjasama dengan kakaknya Pak Partosiswoyo dosen ITB yang juga mengajar piano lanjutan.
Jaman itu belum ada buku-buku pelajaran piano modern bergambar lucu2 warna warni terbitan
Alfred Publishing atau
Hal Leonard seperti sekarang. Selama 6 tahun belajar dengan Ibu Wibanu kemudian melanjutkan ke Pak Parto, saya masih belajar membaca not balok dengan buku Kindervriend, Gurlitt, Lemoine, Duvernoy, Burgmuller, Kuhlau dan Clementi yang isinya toge semua ngga ada gambarnya...
Ibu Wibanu & Pak Partosiswoyo, beliau berdua adalah orang-orang pertama yang berjasa membuat saya mencintai musik dan piano sampai sekarang ini.
Sayangnya, saya memutuskan berhenti belajar dan main piano
sementara waktu duduk di kelas 3 SMP dengan alasan mau menghadapi ujian. Tapi yang namanya 'sementara...' ternyata jadi '...dan seterusnya'. Dampaknya, tidak ada dorongan untuk melatih jari-jari memainkan piano yang menjadikan jari-jari kaku. Penyesalan yang ngga habis-habis sampai sekarang...huhuu...
oOo
20 tahun kemudian, ketika saya sudah lulus kuliah, menikah dan 3 junior saya beranjak besar tiba-tiba saya kangen untuk main piano lagi. Piano masa kecil saya akhirnya diimpor dari Bandung, dan saya mencoba mencari guru piano di dekat tempat tinggal saya di Jakarta Selatan. Sempat masuk kursus musik, lalu berhenti karena ikut suami yang dinas ke Riau, sampai akhirnya saya menetap di Depok dan bertemu dengan Ibu Ratna yang baru membuka tempat kursus musik di dekat tempat tinggal saya di tahun 1998.
Saya mendaftar menjadi murid ibu Ratna di
LPM Sonora. Di hari pertama kursus itu saya memainkan salah satu sonatina dari Clementi yang masih saya ingat sedikit-sedikit, dan di akhir kursus ibu Ratna bertanya apakah saya berminat jadi guru piano ? haaa ??

*gubrak..niatnya datang untuk belajar dan mengisi waktu luang malah disodori tantangan yang menarik. Alhamdulillah ini kesempatan yang baik, secara saya juga udah agak 'menganggur' waktu itu karena anak-anak udah sekolah semua.
Belajar mengajar sambil terus belajar main piano
Ya, akhirnya saya memberanikan diri mengambil kesempatan itu.
Murid awal saya ada 5 orang, lucu2 tingkahnya, dan saya mendapat Rp.90.000,- honor pertama saya dari mengajar piano setelah dipotong kursus..
Seriring berjalannya waktu saya mulai mengeksplore, mencari metode pengajaran piano yang cocok, mengikuti workshop, masterclass sambil terus belajar pada ibu Ratna. Sampai akhirnya saya bertemu teman lama saya, tetangga masa kecil saya di Bandung yang dulu sama-sama belajar piano dengan Ibu Wibanu. Iswargia Renardi Sudarno, blio salah satu pendiri dan sekarang menjadi direkturnya di
Jakarta Conservatory of Music di mana akhirnya saya belajar piano klasik lebih dalam di tahun 2003 dengan master2 pianis Indonesia
Ibu Adelaide Simbolon dan juga sempat sebentar dengan
Ruth Wibisono .
Jakarta Conservatory of Music juga didukung oleh master pianis & komposer
Ananda Sukarlan yang karya dan pemikirannya banyak memberi inspirasi.
 |
| bersama pianis master Ananda Sukarlan di Ananda Sukarlan Center |
"Music is to express and not to impress" ~ Ananda Sukarlan
Tahun 2013 akan menjadi tahun ke-15 saya mengajar piano.
Sudah cukup lama memang, tapi kalau mengajar, rasanya ilmu itu tidak pernah cukup, apalagi yang saya ajarkan adalah skill yang membutuhkan latihan. Setelah sempat terhenti, beberapa bulan terakhir ini akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan belajar lagi ke JCoM karena murid saya sudah semakin tinggi gradenya dan ada yang sudah mulai mengajar juga.
 |
| JCoM di Ananda Sukarlan Center tempat saya belajar piano sekarang |
Guru saya sekarang, Danang Dirhamsyah yang seusia anak saya adalah pianis muda yang lucu dan berbakat, dan baru diwisuda dari
UPH Conservatory of Music
"The festival's Gala Concert closed with an outstanding performance by
Danang Dirhamsyah, who played the long Johann Sebastian Bach
composition, Chaconne. He played the piece of more than 15 minutes confidently and serenely -- and had, amazingly, memorized the entire score. ~ The Jakarta Post"
Itu bukan rekaman outstanding performance nya, tapi Danang selalu outstanding deh kalau perform...
Begitulah, mengajar dan latihan piano yang sudah sangat menyita waktu sehari-hari saya menjadi salah satu alasan kenapa saya tidak sempat lagi menulis.
Bagaimana pengalamanmu dengan bermusik dan piano ? cerita-cerita yuk..